7 Syarat Belajar Ilmu Hikmah Yang Akan Membuat Anda Bisa Menguasai Ilmu Hikmah Sejati

Syarat Belajar Ilmu Hikmah – Ilmu Hikmah merupakan ilmu yang suci yang memiliki berbagai syarat-syarat tertentu. Jadi Tidak benar apabila ada yang mengatakan bahwa ilmu hikmah adalah tanpa pantangan atau tanpa syarat belajar ilmu hikmah.

Syarat Belajar Ilmu Hikmah

Syarat belajar Ilmu Hikmah tidak sembarangan dan tidak mungkin boleh dikuasai oleh orang-orang yang berniat jahat. Karenanya, sebelum anda mempelajari ilmu hikmah, perhatikan 7 syarat mempelajari ilmu hikmah berikut ini:

1. Beragama Islam

Ilmu Hikmah adalah ilmu spiritual yang berkembang di kalangan umat islam, karenanya amalan-amalan Ilmu Hikmah hanya sesuai untuk orang muslim.

Apakah itu artinya bagi orang yang beragama selain islam tidak boleh belajar ilmu spiritual dari Ki Bagus Wijaya? Tentu saja, masih boleh. Karana Islam memiliki pedoman rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam) ilmu spiritual atau ilmu ghaib yang universal dan tidak terikat agama.

Ilmu Hikmah hanyalah salah satu jalan spiritual, sementara ilmu spiritual atau ilmu batin itu banyak jenisnya. Pada setiap agama atau mana-mana kebudayaan selalu ada ajaran spiritual.

Walaupun bentuk dari ajaran spiritual boleh berbeda-beda sesuai pengaruh agama dan kebudayaan. Tapi inti ajarannya selalu sama, yaitu soal kebijaksanaan dan cara menyelesaikan masalah kehidupan dengan cara-cara spiritual. Khusus di  AmalanIlmuHikmah.com ini ditujukan untuk pemeluk agama Islam.

2. Mendapat Ijazah Dari Guru

Anda boleh saja belajar ilmu hikmah dari berbagai buku yang beredar bebas di toko buku, atau dari artikel-artikel di internet yang tidak jelas siapa pembuatnya. Namun perlu Anda ingat, bahwa belajar ilmu hikmah tidak sama seperti belajar ilmu pengetahuan yang diajar di sekolah.

Dalam ilmu hikmah diperlukan keberkahan agar amalan ilmu bermanfaat. Dan keberkahan itu bisa anda dapatkan dari bimbingan seorang guru yang berpengalaman.

Oleh sebab itu, dalam ilmu hikmah ada tradisi yang disebut ijazah atau baiat.Yang tujuannya adalah secara sah bahwa seorang murid mendapat restu dari seorang guru untuk mulai mengamalkan suatu ilmu hikmah. Proses ijazah ini bermacam-macam caranya sesuai dengan kebijaksanaan guru masing-masing.Ijazah atau proses penurunan ilmu boleh secara langsung atau jarak jauh.

Proses pengijazahan itu penting sebab di situ terletak keberkahan dari ilmu hikmah yang hendak Anda amalkan. Banyak sudah contoh nyata dalam kehidupan, di mana orang belajar ilmu hikmah secara mandiri tanpa bimbingan guru, yang didapatkannya adalah sia-sia, malahan ada yang tersesat mengikuti ajaran yang tidak benar.

Ilmu Hikmah

3. Bersedia Mengikuti Panduan Guru

Apabila anda sudah memutuskan untuk mempelajari ilmu hikmah dari seorang guru, maka ikutilah ajaran guru itu dengan penuh tawaduk. Dengan catatan, selama ajaran guru itu tidak bertentangan dengan syariat agama.

Dalam belajar ilmu hikmah, ada ungkapan “samikna wa atokna” yang artinya kami mendengar dan kemudian kami mentaati. Tidak wajar apabila dalam belajar ilmu hikmah ada perdebatan atau perbedaan pendapat.

Perlu disadari bahwa ilmu hikmah adalah ilmu batin, berbeda dengan ilmu sains yang sesuai akal logika. Karenanya, ajaran ilmu hikmah kadangkala sukar difikir secara logika.

Dalam mempelajari ilmu hikmah, dianggap tidak sopan apabila seorang murid bertanya macam-macam mengenai ajaran yang diberikan. Sikap murid ilmu hikmah yang baik adalah melakukan dengan sepenuh hati ajaran-ajaran guru dengan istiqomah.

4. Istiqomah Dalam Mengamalkan

Syarat belajar ilmu hikmah berikutnya adalah Istiqomah yakni melakukan suatu amalan secara terus menerus dan berkesinambungan dengan disertai keimanan dan kesungguhan terhadap apa yang diamalkannya. Beberapa ulama ahli hikmah berpendapat bahwa “istiqomah lebih baik dari 1000 karomah”. Hal ini dikarenakan Istiqomah adalah pohonnya, sedangkan karomah hanyalah salah satu buah daripada istiqomah.

Mengamalkan satu ilmu hikmah dengan istiqomah adalah lebih baik daripada mempunyai banyak ilmu hikmah tapi tidak istiqomah. Atau bahkan tidak pernah diamalkan sama sekali.

Jangan kagum dengan orang yang seolah-olah mengerti banyak ilmu hikmah, namun dalam kesehariannya dia jarang duduk berzikir untuk mengamalkan amalan ilmu hikmahnya. Namun kagumlah dengan orang yang tidak banyak bercakap, namun mempunyai amalan yang istiqomah walaupun hanya sedikit“.

Tak ada ilmu hikmah yang lebih hebat dari ilmu hikmah yang lain, bila tidak diamalkan dengan istiqomah. Jadi jangan terlena untuk mengumpulkan pengetahuan tentang ilmu hikmah, karena ilmu hikmah bukan sekadar pengetahuan. Ilmu Hikmah adalah pengetahuan yang disertai amal perbuatan yang nyata, dan amal yang terbaik adalah amal yang istiqomah.

Kadang-kadang Anda lebih sering diperbudak nafsu, terus mengejar dan mencari semua ilmu, setiap hari mencari ilmu-ilmu yang baru. Tetapi malah terlena, lupa untuk mengamalkannya dengan sungguh-sungguh.

Hari berganti hari, usia semakin bertambah, raga sudah semakin tua tidak kuat lagi untuk diajak puasa dan tirakat, nikmat  sehat  berganti sakit. Akhirnya tidak ada satu pun ilmu yang dikuasai sampai menjelang akhir perjalanan hidup.

Maka selagi Anda masih diberikan nikmat sehat dan kelapangan, segeralah amalkan ilmu. Jika ada  kekurangan, konsultasilah kepada Guru Pengijazah. Semoga ilmu yang anda amalkan dengan istiqomah  berguna apabila diperlukan hingga akhir hayat kelak.

Selain itu jangan pula mudah untuk berganti-ganti amalan hanya karena anda merasa suatu amalan ilmu hikmah tidak bermanfaat bagi anda. Terkadang, Allah menguji kesabaran anda sebelum memberikan keberkatan yang besar.

Insya Allah, apabila anda bersedia istiqomah dengan amalan ilmu hikmah yang anda tekuni, akan banyak manfaat yang boleh anda petik.”

Ilmu Hikmah

5. Menjaga Diri Dari Makan Yang Haram

Bila Anda ingin memiliki kekuatan batin yang bersumber dari tenaga ilahiah (ilmu hikmah) harus memperhatikan makanan. Sebab makanan yang haram akan mengotori hati nurani.

Makanan yang haram akan membentuk jiwa yang kasar dan tidak beragama. Makanan yang haram disini bukan hanya dilihat dari jenisnya saja, sebagai contoh seperti babi, arak, bangkai dan sebagainya, tapi juga dari cara untuk mendapatkan makanan tersebut.

Makanan yang haram menyebabkan jiwa sukar untuk diajak bersatu dengan hal-hal yang positif, seperti: dibuat zikir tidak khusuk, berdo’a tidak sungguh-sungguh, sukar istiqomah dan hati tidak tawakal kepada Allah. Daging yang tumbuh dari makanan yang haram selalu menuntut untuk diberi makanan yang haram pula.

Seseorang yang sudah terjebak dalam lingkaran ini sukar untuk melepaskannya, sehingga secara tidak langsung menjadikan hijab atau penghalang seseorang memperoleh getaran / cahaya ilahiah.

Disebutkan, setitik makanan yang haram memberikan kesan terhadap kejernihan hati. Ibarat setitik tinta yang jatuh diatas kertas putih, semakin banyak unsur makanan haram yang masuk, ibarat kertas putih yang banyak ternoda tinta.Sedikit demi sedikit akan hitamlah semuanya.”

Hati yang gelap menutupi hati nurani, menyebabkan tidak peka terhadap nilai-nilai kehidupan yang mulia. Seperti kaca yang kotor oleh debu-debu, sulitlah cahaya menembus nya. Tapi dengan zikir dan menjaga makanan haram, hati menjadi bersih bercahaya.”

Jadi jika anda ingin dijaga para malaikat Allah, jangan kotori diri anda dengan darah dan daging yang tumbuh dari makanan yang haram. Inilah mengapa para ahli Ilmu batin sering menyarankan seorang calon pelajar yang ingin suatu ilmu agar memulakan suatu pelajaran dengan laku batin seperti puasa.

Sebab puasa bertujuan menyucikan darah dan daging yang timbul dari makanan yang haram. Dengan keadaan badan yang bersih, diharapkan ilmu batin lebih mampu bersenyawa dengan jiwa dan raga.

Bahkan ada suatu keyakinan bahwa puasa tidak berkaitan dengan suatu ilmu. Puasa hanya berfungsi untuk mempersiapkan tubuh agar bersih dan siap menerima ilmu yang sedang dijalani.

6. Menjauhkan Diri Dari Dosa Besar

Syarat belajar ilmu hikmah berikutnya yakni menghindari dosa besar adalah salah satu usaha membersihkan rohani. Di mana secara umum kemudian dikenali pantangan seperti berjudi, zina, mabuk, mencuri dan penyalahgunaan.

Walau lima hal ini tidak merangkumi keseluruhan dosa besar tetapi kelimanya diyakini sebagai biang dari segala dosa. Judi seumpama, seseorang sudah terlilit judi andaikan ia seorang pemimpin maka cenderung melakukan korupsi dan hanya kecil kejujuran yang masih tersisa padanya.

Begitu halnya dengan perbuatan seperti zina, mabuk-mabuk, mencuri, dan menyalahgunakan  diyakini sebagai hal yang mampu menghancurkan kehidupan manusia. Karena itu orang yang ingin memiliki kekuatan batin yang hakiki mampu untuk menjaga diri dari lima perkara ini.

Seseorang yang sudah “Ketagihan” satu diantara yang lima perkara ini bukan hanya rendah dipandang Allah, di pandangan manusia biasa pun ikut rendah.Nurani yang kotor menyebabkan do’a-do’a tidak terkabul.

Beberapa langkah apabila dilakukan secara istiqomah, Insya Allah menjadikan manusia “Sakti” Dunia Akhirat. Getaran batinnya kuat, ibarat voltage pada lampu yang selalu di tambah getarannya sementara kaca yang melingkari lampu itu pun selalu dibersihkan melalui laku-laku yang positif.

Hikmah suatu amalan (bacaan) biasanya berkaitan dengan perilaku manusianya.Dalam hadith Turmudzi meriwayatkan, “Seseorang yang mengucapkan Laa ilaha illallah dengan memurnikan niat, pasti dibukakan untuknya pintu-pintu langit, sampai ucapannya itu dibawa ke Arsy selagi dosa-dosa besar dijauhi”.

Hadits tersebut boleh ditafsirkan bahwa suatu amalan harus diimbangi dengan pengamalan. Adanya keselarasan antara ucapan mulut dengan tindakan membuat orang itu mencapai hakikatnya “Kekuatan-Kesaktian”.

Ilmu Hikmah

7. Sifat Ikhlas & Tidak Tamak

Seseorang dengan hati ikhlas, tidak rakus dengan dunia lebih memiliki kepekaan dalam menyerap pelajaran ilmu hikmah. Secara logika, orang yang berhati ikhlas lebih mudah berkonsentrasi pada satu titik tujuan, yaitu persoalan yang dihadapinya. Karenanya Syarat belajar ilmu hikmah berikutnya yakni harus memiliki sifat iklas dan tidak tamak.

Disebutkan bahwa orang yang berhati ikhlas diperkenankan Allah SWT untuk: Berbicara, Melihat, Berfikir dan Mendengar bersama dengan Lidah, Mata, Hati dan Telinga Allah.” (baca hadis Thabrani).

Orang yang memiliki sifat ikhlas dan tidak tamak amat disukai manusia.Rasulullah SAW pernah didatangi seorang sahabat yang ingin meminta petunjuk agar disukai Allah SWT dan disukai sesama manusia. Rasulullah bersabda: “Jangan rakus dengan Harta Dunia, tentu Allah akan menyenangimu, dan jangan tamak dengan hak orang lain, tentu banyak orang yang menyenangimu”.

Hadis ini jika dikaitkan dengan kehidupan para spiritualis mereka mempunyai kekuatan pertama kali disebabkan karena karismanya. Jika Anda itu banyak disukai sesamanya maka apa yang diucapkan pun akan dipercayai. Sebaliknya walau Anda berilmu tinggi tetapi kalau tidak disukai sesamanya, maka apa yang Anda ucapkan pun tidak akan ada yang mempedulikannya.

Demikian mengenai penjelasan syarat belajar ilmu hikmah yang perlu Anda ketahui, semoga bermanfaat.

KUMPULAN ILMU HIKMAH IJAZAH KI BAGUS WIJAYA